Komunikasi (1) : Kedelapan Unsur-Unsurnya

Komunikasi dan Kedelapan Unsurnya yang Penting untuk Kita Ketahui

Komunikasi memiliki delapan unsur yang sebaiknya kita pelajari. Hal ini sangat penting agar setiap dari kita bisa mengevaluasi kekurangan dan kesalahan dalam berkomunikasi. Tentunya juga kita bisa lebih mengetahui bagaimana cara meningkatkan efektifitas ketika menyampaikan informasi. Lalu, apa sajakah kedelapan unsur penting dalam komunikasi itu? Simak selengkapnya di halaman ini!

Unsur-Unsur Pentingnya Terdiri Atas Source, Encoding, Message, Channel, Decoding, Receiver, Feedback, dan Noise

bagan unsur komunikasi
Unsur Komunikasi Menurut Pradina, W. dan Y. Haryanto (2011)

Unsur Pertama adalah Source, yakni Sumber atau Komunikator

Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi juga bisa dalam bentuk kelompok misalnya, partai, organisasi, atau lembaga. Pada penyuluhan di lapangan, penyuluh atau petani berperan sebagai source. Sumber juga dapat berupa buku, dokumen dan sejenisnya. Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source atau sender. Pesan bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol/sandi yang kedua belah pihak bisa saling mengerti.

Kedua, Encoding atau Penyandian 

Penyandian yang tepat sangat mempengaruhi kesamaan persepsi sebagai keberhasilan komunikasi. Kesamaan persepsi dapat terwujud apabila komunikator dan komunikan memiliki kesamaan dalam pengalaman. Adanya proses interaksi antara komunikator dan komunikan mendorong adanya kesamaan persepsi dan saling pengertian terhadap pesan yang disandikan, pada taraf ini proses komunikasi telah berlangsung efektif. Perbedaan persepsi dapat terjadi akibat perbedaan pengalaman antara komunikator dan komunikan pada hal yang sama (Mulyana, 2005).

Ketiga, Message atau Pesan

Sesuatu yang mengandung makna ketika pengirim menyampaikan kepada penerima. Pesan merupakan hasil akhir dari proses encoding. Pesan berupa lambang-lambang yang menjalankan isi/ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik, atau tindakan (Wursanto, 2007: 157). Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat, atau propaganda.
Syarat agar pesan dapat mengena pada penerimanya:
a. Pesan harus tersampaikan secara baik-baik, serta sesuai dengan kebutuhan kita.
b. Pesan sampai dengan menggunakan bahasa yang kedua belah pihak bisa sama-sama mengerti.
c. Pesan harus menarik perhatian, dan kebutuhan pribadi penerima serta menimbulkan kepuasan.

Keempat, Channel atau Saluran

Jalan atau cara yang berguna untuk menyampaikan pesan kepada sasaran. Saluran terpilih sesuai dengan panca indera yang akan menangkapnya. Efektivitas saluran tergantung pada kepekaan indera yang lebih dominan.
Saluran dalam Penyuluhan:
a. Dapat berupa kunjungan rumah, demonstrasi, perlombaan, pertunjukan, kursus, latihan, pameran, darmawisata, publikkasi, film, radio, televisi, dan lain-lain.
b. Mempergunakan kombinasi dari berbagai macam saluran akan menambah kemungkinan proses komunikasi dapat berhasil dengan baik, dalam arti bahwa pesan yang tersampaikan akan sampai dan sasaran bisa dengan mudah memahami maksudnya.

Kelima, Decoding atau Penafsiran maupun Interpretasi

Proses saat komunikan menetapkan makna pada lambang yang ia terima dari komunikator. Pada proses ini orang yang menerima pesan seolah-olah membuka kemasan atau bungkus pesan yang ia terima dari komunikator tadi. Seumpamanya isi bungkusan tadi adalah pikiran yang ia dapatkan dari komunikator (Effendy dan Uchjana, 2003). Hasil dari proses decoding ini nantinya adalah respon dari penerima pesan.

Keenam, Receiver atau Penerima Berperan sebagai Komunikan

Pelaku komunikasi yang diusahakan untuk menerima informasi, ide-ide dan anjuran-anjuran yang disampaikan oleh sumber. Jika pada sasaran tidak tampak tanda-tanda perubahan, maka komunikasi itu tidak berhasil.
Hal-hal berikut ini memengaruhi cara receiver menerima dan menafsirkan pesan:
a. Keterampilan berkomunikasi, sikap, pengetahuan dan latar belakang sosial. Kelompoknya juga dapat memengaruhi si Penerima. Pengaruh kelompok sangat kuat bila turut mengambil bagian dalam diskusi dibanding ketika seseorang mengikuti penyuluhan secara perseorangan.
b. Sasaran utama penyuluhan pertanian tidak lain adalah petani beserta keluarganya (Pradiana, W. dan Y. Haryanto, 2011).

Ketujuh, Feedback atau Umpan Balik

Jawaban komunikan atas pesan yang ia terima dari komunikator. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran.
Feedback ada 4 macam:
1) Zero feedback: Komunikan tidak paham arah pembicaraan atau tidak faham akan isi pesan yang disampaikan komunikator.
2) Positif feedback: Komunikan mengerti pesan yang disampaikan oleh komunikator.
3) Neutral feedback: Respon yang tak memihak artinya respon dari komunikan tidak mengiyakan atau menolak pesan yang disampaikan komunikator.
4) Negatif feedback: Respon komunikan bersifat merugikan dan atau menyudutkan komunikator

Terakhir, Noise atau Gangguan

Macam-macam gangguan dan contohnya (West dan Turner, 2007):
a. Semantik: komunikan merasa bahasa komunikator cukup asing.
b. Fisik: tidak terdengar, tidak terlihat, tidak teraba.
c. Psikologis: komunikan berprasangka terhadap komunikator maupun terhadap pesan yang ia terima.
d. Fisiologis: komunikator sedang sakit, lelah, atau lapar.
Cara mengantisipasi gangguan dalam komunikasi :
a. Menggunakan umpan balik (feedback)
b. Pahami perbedaan individu atau kompleksitas individu dengan baik
c. Gunakan komunikasi langsung (face to face)
d. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami

Itulah tadi penjelasan kedelapan unsur komunikasi yang penting untuk kita ketahui. Jika ingin berdiskusi, silakan komentar atau email topik diskusi apapun yang menarik ya! Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *